Langsung ke konten utama

STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MTS BUDI DHARMA SURABAYA



Syifak Indana Zulfa
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Abstrak
Fokus pembasahasan ini pada pemasaran jasa pendidikan di lembaga pendidikan, yang kini banyak tantangan di era global. Pemasaran jasa pendidikan merupakan strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan termasuk bagian dari elemen terpenting untuk mempromosikan jasa di lembaga pendidikan. Tulisan ini secara khusus akan membahas bagaimanakah pemasaran yang diterapkan di Mts Budi Dharma Surabaya sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas jasa pendidikan di lembaga pendidikan. Dengan berbagai macam perilaku konsumen yang ingin memenuhi kepuasan kebutuhan yang di inginkan oleh konsumen, maka dari itu di Mts Budi Dharma Surabaya mengembangkan strategi pemasaran jasa untuk meningkatkan mutu pendidikan di era global sekarang.


Kata kunci       : Pemasaran, Jasa pendidikan, dan Strategi


Pendahuluan
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang bergerak dalam bidang jasa pendidikan. Selain itu kompetisi antar sekolah pun semakin ketat. Dengan adanya macam strategi yang di ciptakan oleh berbagai sekolah untuk meningkatkan mutu, Maka dalam hal ini penyelenggara pendidikan dituntut untuk kreatif dalam menggali bagaimana strategi itu akan di terapkan oleh sekolah. Dengan berbagai keunikan dan keunggulan berbagai sekolah agar dibutuhkan dan diminati oleh pelanggan jasa pendidikan. Munculnya sekolah yang bertaraf internasional serta lahirnya sekolah negeri dan swasta yang menawarkan keunggulan fasilitas, pembelajaran, dan bahkan dengan biaya yang terjangkau, dapat menambah maraknya kompetisi strategi pada setiap pendidikan yang ada.
Aktivitas pemasaran jasa pendidikan dahulu yang sudah memakai 4P secara tradisional, namun pada zaman sekarang sekolah memakai strategi dengan adanya marketing mix atau 7P dalam pendidikan. Karena jasa pendidikan memegang peran penting untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sekolah yang berkualitas dengan strategi manajemen yang baik akan melahirkan anak-anak bangsa yang mampu membawa perubahan bagi bangsa dengan memberikan kecerdasan, keterampilan, dan memiliki prestasi di bidang akademik atau non akademik.
Proses untuk membantu suatu lembaga pendidikan dalam bidang jasa yang didalam proses tersebut terdapat pembelajaran yang efektif dan efisien antara guru dengan Peserta didik. Dalam hal itu lembaga pendidikan mengidentifikasi apa yang ingin dicapai dengan adanya suatu strategi untuk memancing pelanggan dengan meningkatkan mutu pendidikan dalam hal proses pembelajaran dan output dari peserta didik tersebut, dan sebagaimana seharusnya lembaga pendidikan mencapai hasil yang bernilai ataupun memuaskan dalam lembaga pendidikan tersebut. (Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson 2006,XV).

Pembahasan
Manajemen strategi merupakan suatu seni dan ilmu dari pembuatan, penerapan, dan evaluasi tentang keputusan-keputusan strategi antar fungsi-fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan-tujuan masa mendatang. [1]
Manajemen mutu merupakan suatu cara dalam mengelola suatu organisasi yang bersifat komprehensif dan terintegrasi yang diarahkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan secara konsisten dan mencapai peningkatan secara terus menerus dalam setiap aspek aktivitas organisasi.[2]
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Kotler 1997:8). Sedangkan jasa pendidikan adalah produk jasa yang dihasilkan dari lembaga pendidikan yang bersifat non profit, sehingga hasil dari proses pendidikan kasat mata, seperti halnya konsumen dapat melihat dari output peserta didik dan proses pembelajaran selama peserta didik belajar di lembaga tersebut. [3]
Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan sebagai produk jasa merupakan sesuatu yang tidak berwujud akan tetapi dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang diproses dengan menggunakan atau tidak menggunakan bantuan produk yang berbentuk fisik dimana proses yang terjadi merupakan interaksi antara penyedia jasa pendidikan dengan pengguna jasa yang mempunyai sifat tidak mengakibatkan peralihan hak atau kepemilikan.
Adapun banyak ahli yang mengemukakan bahwa karakteristik jasa, diantaranya adalah Kotler (2000: 429) mengemukakan bahwa jasa mempunyai empat ciri utama yaitu:
a.         Tidak berwujud, konsumen tidak dapat melihat dalam bentuk kasat mata namun konsumen dapat merasakannya atau hasil.
b.        Tidak terpisahkan (inseparability), dimana jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya yaitu perusahaan jasa.
c.         Bervariasi (variability), dimana jasa sering kali berubah-ubah tergantung siapa, kapan dan dimana menyajikannya.
d.        Mudah musnah (perishability), jasa tidak dapat di jual pada masa yang akan datang.
Baterson (1997: 12) mengemukakan 8 karakteristik jasa yaitu:
a.         Jasa tidak dapat disimpan dan dikonsumsi pada saat dihasilkan.
b.        Jasa tergantung pada waktu.
c.         Jasa bergantung pada tempat.
d.        Konsumen merupakan bagian integral dari proses produksi jasa.[4]
Selain itu di pemasaran jasa pendidikan menggunakan cara tradisional untuk mempromosikan sebuah lembaga pendidikan atau suatu sekolah tersebut dengan adanya 4P (Product, Price, Place, Promotion) diantaranya sebagai berikut:
a.         Product (produk) adalah mengelola unsur produk termasuk perencanaan dan pengembangan produk atau jasa yang tepat untuk dipasarkan dengan mengubah produk atau jasa yang ada dengan menambah dan mengambil tindakan yang lain yang mempengaruhi bermacam-macam produk atau jasa.
b.        Price (harga) adalah suatu sistem manajemen keuangan di suatu perusahaan/lembaga yang akan menentukan harga dasar yang tepat bagi produk atau jasa dan harus menentukan strategi yang menyangkut potongan harga, pembayaran ongkos angkut dan berbagi variabel yang bersangkutan.
c.         Place (tempat) yakni memilih dan mengelola saluran perdagangan atau jasa yang dipakai untuk menyalurkan produk atau jasa dan juga untuk melayani pasar sasaran, serta mengembangkan sistem distribusi untuk pengiriman dan perniagaan produk secara fisik maupun non fisik.
d.        Promotion (promosi) adalah suatu unsur yang digunakan untuk memberitahukan dan membujuk pasar tentang produk atau jasa yang baru pada perusahaan melalui iklan, brosur, promosi penjualan, maupun publikasi dari mulut ke mulut.[5]
Sedangkan dalam pendidikan menambah 3P yakni Physical Evidence (secara fisik), people (orang), dan process (proses). Namun dalam pendidikan tak hanya memakai 3P saja, melainkan tetap menggukan pemasaran tradisional dan di tambah 3p yakni (Product, Price, Place, Promotion, Physical Evidence, people, dan process)
a.         Physical Evidence (secara fisik), merupakan hal nyata yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan. Unsur yang termasuk dalam sarana fisik antara lain lingkungan atau bangunan fisik, peralatan, perlengkapan, logo, warna dan barang-barang lainnya.
b.        People (orang), adalah semua pelaku yang memainkan peranan penting dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli. Elemen dari orang adalah pegawai perusahaan, konsumen, dan konsumen lain. Semua sikap dan tindakan karyawan, cara berpakaian karyawan dan penampilan karyawan memiliki pengaruh terhadap keberhasilan penyampaian jasa.
c.         Proses (Process), adalah semua prosedur aktual, mekanisme, dan aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa. Elemen proses ini memiliki arti sesuatu untuk menyampaikan jasa. Proses dalam jasa merupakan faktor utama dalam bauran pemasaran jasa seperti pelanggan jasa akan senang merasakan sistem penyerahan jasa sebagai bagian jasa itu sendiri.[6]
Adapun faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996) keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli.
1.        Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen.Perusahaan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli.Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang.Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.
2.        Faktor Sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen.Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil.Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung.Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama.
3.        Faktor Pribadi
Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
4.        Faktor Psikologis
Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta kepercayaan.Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut.
Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman.Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima.
5.        Faktor Marketing Strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah:
a.         Barang
b.        Harga
c.         Periklanan dan
d.        Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan.
Adapun langkah-langkah strategis pemasaran jasa pendidikan di lembaga pendidikan Islam:
1.        Identifikasi Pasar
Yakni mengidentifikasi dan menganalisis pasar untuk mengetahui kondisi dan ekspektasi pasar termasuk atribut-atribut pendidikan yang menjadi kepentingan konsumen pendidikan. Dalam hal ini sesungguhnnya madrasah memiliki potensi yang tinggi dalam upaya ikut mencerdaskan bangsa dan mensukseskan program wajib belajar nasional.
2.           Segmentasi Pasar dan Positioning
Segmentasi pasar membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan menjadi kelompok pembeli, karakteristik, atau tingkah laku yang mungkin membutuhkan produk yang berbeda. Sedangkan positioning adalah karakteristik dan pembedaan produk yang nyata yang memudahkan konsumen untuk membedakan produk jasa antara satu lembaga dengan lembaga yang lain.
3.           Diferensiasi Produk
Melakukan diferensiasi merupakan cara yang efektif dalam mencari perhatian pasar. Diferensiasi merupakan salah satu dari tiga strategi pemasaran sebagai strategi bersaing yaitu:
a.         Diferensiasi yakni melakukan penawaran yang berbeda dibandingkan penawaran competitor.
b.         Keunggulan biaya yakni strategi mengefisienkan seluruh biaya produksi atau jasa sehingga bisa dijua lebih murah dibanding pesaing.
c.         Fokus yakni strategi menggarap satu target khusus.
d.        Komunikasi pemasaran, Sekolah sebagai lembaga ilmiah akan lebih elegan apabila bentuk-bentuk komunikasi disajikan dalam format ilmiah. Seperti menyelenggrakan kompetisi bidang studi, seminar, dan yang paling efektif adalah publikasi prestasi oleh media independen seperti berita dalam media massa.
4.      Pelayanan sekolah, Pelayanan sekolah terlihat sebagai apa yang diharapkan konsumen. Kesenjangan yang sering terjadi adalah adanya perbedaan persepsi kualitas maupun atribut jasa pendidikan. Ciriciri organisasi jasa yang baik:
a.         Memiliki konsep yang fokus pada konsumen
b.        Komitmen kualitas dari managemen puncak
c.         Penetapan standar yang tinggi
d.        Sistem yang memonitor kinerja jasa
e.         Sistem untuk memuaskan keluhan pelanggan
f.         Memuaskan karyawan sama dengan pelanggan.
Ada lima langkah untuk mencapai ciri-ciri tersebut: keandalan, responsif, keyakinan, empati, dan wujud (Imam Machali 2015: 414-420).

Implementasi Pemasaran jasa Pendidikan di Mts Budi dharma surabaya

Profil Singkat Mts Budi Dharma Surabaya
Mts Budi Dharma Surabaya berdiri pada 8 November 2013 di daerah wonokromo, status sekolah masih swasta terletak di Jl. Pulo Wonokromo 241 kecamatan Wonokromo kabupaten Surabaya provinsi Jawa Timur. Yang di pimpin oleh Tanalin Shofiyyana, S.T, Mts Budi Dharma Surabaya memiliki jumlah guru lebih dari 30 orang. Mts Budi Dharma Surabaya memimiliki akreditasi C pada tahun 2016.
Visi MTs Budi Dharma Surabaya
Madrasah Tsanawiyah Budi Dharma memiliki visi sebagi berikut :
UNGGUL PRESTASI BELAJAR DAN BRAKHLAQUL KARIMAH DALAM BERAMAL”


Misi MTs Budi Dharma Surabaya
1.        Mengedepankan profesional guru dan karyawan dengan disiplin, jujur, amanah, loyal dan akomodatif.
2.        Menciptakan lingkungan Islami yang bersih, indah dan aman.
3.        Mengembangkan kreativitas murid melalui kegiatan intra dan ekstrakulikuler dengan memanfaatkan fasilitas yang ada semaksimal mungkin.
4.        Menerapkan kurikulum berbasis kompetensi.
5.        Mengelola pendidikan dan pengajaran didasari keikhlasan.
6.        Keteladanan dalam perilaku di dasari akhlaqul karimah.
7.        Bersyukur atas prestasi yang dicapai.

Masalah di Mts Budi Dharma Surabaya tentang bauran pemasaran jasa pendidikan
a.       Product (produk) dalam hal ini produk di Mts Budi Dharma Surabaya masih sedikit jumlah kelulusan peserta didik dengan jumlah 50 orang pada tahun 2016. Namun dalam segi administrasi juga masih kekurangan dokumen-dokumen untuk melengkapi data jika ingin meningkatkan akreditasi kepada pihak KEMENAG Surabaya.
b.      Price (harga) harga dalam Mts Budi Dharma Surabaya menurut masyarakat sekitar cukup mahal dikarenakan tidak seperti SMP Negeri lainnya cuman membayar daftar ulang di awal kenaikan semester.
c.       Place (tempat) tempat di Mts Budi Dharma Surabaya yang oprasional masih menjadi satu dengan MI dalam hal proses belajar mengajar.
d.      Promotion (promosi) promosi di Mts Budi Dharma Surabaya masih menggunakan penyebaran brosur untuk masyarakat sekitar.
e.       Physical Evidence (secara fisik), Bangunan di Mts Budi Dharma Surabaya banyak sekali kekurangan ruangan seperti halnya ruang kelas yang masih 4 ruang untuk 3 jenjang yakni kelas VII, VIII, dan IX. Dan belum memiliki ruang kepala sekolah, Ruang guru yang masih menjadi satu.
f.       People (orang), orang Mts Budi Dharma Surabaya kurangnya tenaga pendidik yang bukan dalam bidang mengajar dan kelulusannya.
g.      Proses (Process), proses Mts Budi Dharma Surabaya kurangnya proses pembelajaran dikelas pada saat guru menerangkan materi dengan menggunakan metode menjelaskan dan melihat buku panduan.

Solusi dari masalah di Mts Budi Dharma Surabaya tentang bauran pemasaran jasa pendidikan
a.       Product (produk) meski pada tahun 2016 kelulusan peserta didik hanya mampu 50 orang saja tetapi di Mts Budi Dharma Surabaya 5 tahun kedepan ingin meningkatkan awalnya 50 peserta didik menjadi 250 peserta didik. Jika hal tersebut dapat dilakukan maka melengkapi dokumen-dokumen untuk persyaratan akreditasi yang lebih tinggi lagi.
b.      Price (harga) harga dalam Mts Budi Dharma Surabaya sebaiknya menyesuaikan dengan keadaan lingkungan sekolah tersebut, yang bagaimana mayoritas masyarakatnya ekonomi menengah atau ekonomi ke bawah, dan memang kebanyakan sekolah swasta membayar daftar ulang sekaligus SPP untuk oprasional di Mts Budi Dharma Surabaya Tersebut.
c.       Place (tempat) tempat di Mts Budi Dharma Surabaya jika tidak memiliki lahan untuk proses pembelajaran khusus siswa Mts Budi Dharma Surabaya dapat meminjam/kontrak tanah untuk menunjang proses pembelajaran tersebut kepada pihak KEMENAG Surabaya.
d.      Promotion (promosi) promosi di Mts Budi Dharma Surabaya lebih baik dikembangkan dengan menggunakan media sosial, pamflet, dan banner.
e.       Physical Evidence (secara fisik), Bangunan di Mts Budi Dharma Surabaya jika tidak memiliki ruangan yang cukup untuk proses belajar mengajar sebaiknya sementara waktu dapat bergantian jam masuk sekolah. Misalnya untuk siswa kelas IX A,B,C dan kelas VII A-C masuk pagi hingga pukul 14.00 sedangkan kelas VII D,E dan VIII A-E masuk siang hingga pukul 16.00 sampai 5 tahun lagi dapat membangun ruang kelas sebanyak 10 dan memiliki ruang guru 3 dan ruang kepala sekolah.
f.       People (orang), orang Mts Budi Dharma Surabaya lebih baik mencari tenaga pendidik yang sesuai dengan bidang mengajar dan kelulusannya supaya output peserta didik sesuai yang diharapkan serta sesuai dengan peraturan pemerintah yang ada.
g.      Proses (Process), proses Mts Budi Dharma Surabaya lebih baik proses pembelajaran menggunakan media interaktif tanpa menggunakan LCD, Proyektor dan juga PPT. Seperti halnya media sort card, media tebak gambar dengan bufalo, dan media ular tangga.

Penutup
Manajemen strategi merupakan suatu seni dan ilmu dari pembuatan, penerapan, dan evaluasi tentang keputusan-keputusan strategi antar fungsi-fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan-tujuan masa mendatang.
Manajemen mutu merupakan suatu cara dalam mengelola suatu organisasi yang bersifat komprehensif dan terintegrasi yang diarahkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan secara konsisten dan mencapai peningkatan secara terus menerus dalam setiap aspek aktivitas organisasi
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain
Adapun jasa pendidikan adalah produk jasa yang dihasilkan dari lembaga pendidikan yang bersifat non profit, sehingga hasil dari proses pendidikan kasat mata, seperti halnya konsumen dapat melihat dari output peserta didik dan proses pembelajaran selama peserta didik belajar di lembaga tersebut.
Kesimpulan di atas bahwasannya pendidikan sebagai produk jasa merupakan sesuatu yang tidak berwujud akan tetapi dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang diproses dengan menggunakan atau tidak menggunakan bantuan produk yang berbentuk fisik dimana proses yang terjadi merupakan interaksi antara penyedia jasa pendidikan dengan pengguna jasa yang mempunyai sifat tidak mengakibatkan peralihan hak atau kepemilikan.
dalam strategi pemasaran jasa pendidikan terdapat 7P yakni Product, Price, Place, People, Promotion, Process and Physical Evidence yang tetap menggunakan media social, brosur, pamflet, dan juga web untuk memikat para konsumen agar menyekolahkan anaknya pada lembaga pendidikan tersebut.


[1] Prof. Dr. Akdon, M.Pd, Strategic Management For Educational Management, (Bandung: ALFABETA, 2011), hal. 5
[2] Dr. Hanun Asrohah, M.Ag, Manajemen Mutu Pendidikan, (Surabaya: CV. Cahaya Intan XII, 2014), hal. 9
[3] Marius P. Angipora, Dasar-dasar Pemasaran (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1999), hal.3-4
[4]Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Manajemen Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2009), hal.80
[5] Prof. Dr. H. Buchari Alma, Pemasaran Stratejik Jasa Pendidikan, (Bandung: Alfabeta CV, 2003), hal 36-38
[6] Fandy Tjiptono, Pemasaran Jasa, Cet ke-2 (Malang: Bayumedia Publishing, 2006), hal. 31-32

Komentar